Posts

Showing posts from April, 2026

Jinak

Mereka merampas kecantikan lenggok bunga sarwa Menukar helang rajawali menjadi burung puyuh Mereka memperdayakan angkatan berkuda dengan irama merdu lalu membenamkan bahtera ke dasar laut  Mereka tidurkan kita dengan irama nya dan memadamkan obor kita dengan tiupan nafasnya Manusia pun beransur ansur di resapi kehinaan Muhd iqbal

TIADA TUHAN SELAIN DIA (KESATUAN TUHAN)

NO GOD BUT HE (UNITY OF GOD) The secret of the Self is hid, In words "No god but He alone". The Self is just a dull-edged sword, "No god but He," the grinding stone. An Abraham by the age is sought To break the idols of this Hall: The avowal of God's Oneness can Make all these idols headlong fall. A bargain you have struck for goods Of life, a step, that smacks conceit. All save the Call No god but He": Is merely fraught with fraud and deceit. The worldly wealth and riches too, Ties of blood and friends a dream: The idols wrought by doubts untrue, All save God's Oneness empty seem. The mind has worn the holy thread Of Time and Space like pagans all: Though Time and Space both illusive are, "No god but He" is true withal. These melodious songs are not confined To Time when rose and tulip bloom: Whatever the season of year be "No god but He" must ring till doom. Many idols are still concealed In their sleeves by the Faithful Fold, I am...

FAJAR

DAWN The morn that shifts so soon tomorrow new, Whence it comes is only known to few: The dark abode of being is shook by morn, Which by Muslim's Call to prayer is born. FAJAR Fajar yang esok datang terlalu lekas, asal-usulnya hanya segelintir yang tahu; dari gelap rahsia wujud ia berangkat, digoncang oleh subuh yang lahir bersama seruan azan Mohammad iqbal - the rod of moses 

Perjuangan

Mereka melihat daku di musim gugur, Lantaran hangat laguku, Kelihatan aku bergembira bersama rakanku si burung camar tetapi sebenarnya aku di lahirkan di bumi, yang di penuhi jiwa jiwa yang seronak di perhambakan Muhammad Iqbal, diwan dharb al -kalim, m.s 14

Telah bekulah daya juang di hati manusia itu.

Mereka leka mengejari kekayaan dan kehidupan yang rutin kealpaan orang orang yang baik dan semangat orang-orang yang keliru hampir hampir mengoncangkan semangat juangku. Karya Al-Amiri, Diwan Ma'a Allah m.s 110

Doa dan harapan

Image
Hening malam Doa di buka Sucikan hatimu, Daripada kegelapan dosa, Kemudian bisikkan kepadanya Kerendahan hati orang mati Pintu hati dibuka dengan zikir Ketakutan dan harapan mengujakan seni Suara lembut memenuhi ruang Terasa seperti sebutir pasir di hadapanmu Dunia penuh dengan dugaan Harga pengorbanan harus dibayar Kerana syurga tidak percuma Air mata menjadi saksi alam Keikhlasan mengalir dalam doa yang tulus Bersandar dalam pelukan langit yang luas Seperti dada syurga menjadi tempat Tempat jiwa yang luas yang merayu kepadanya Karya Asnan Hamdin Sepanggar

Cinta tertahan kebun mati.

Image
Aku mencintai-Mu ,  seperti hujan yang dijanjikan langit kepada tanah yang lama gersang, namun yang turun dariku hanyalah gerimis yang malu, jatuh sebentar, lalu hilang sebelum sempat meresap. Aku menyebut cinta seperti kebun menyebut musim, tetapi benih-benih kebenaran disimpan di genggaman, tak pernah aku tanam, tak pernah aku relakan tumbuh di bawah cahaya-Mu. Jika benar aku mencintai, mengapa aku biarkan tanah hatiku retak menunggu hujan yang aku sendiri enggan lepaskan? Aku tahu hujan yang ikhlas tidak memilih bumi, ia jatuh tanpa ragu, meresap diam-diam, lalu menghidupkan apa yang hampir mati. Namun di kebun sunyi itu, aku masih menanam bayang-bayang, menyiramnya dengan dusta, seolah-olah akar-akar itu tidak akan sampai ke pengetahuan-Mu. Lalu apa makna cintaku, jika aku sendiri menjadi musim yang menipu? Hujan tidak pernah benar-benar turun, tanah tetap gersang dan kebun ini, hanya hidup dalam sangkaanku sendiri. Karya Asnan Hamdin Sepanggar

Zaman satu bangsa yang hina.

Akan ada ilmuan, sasterawan dan orang yang  arif dan bijaksana ! mereka kelihatan berbeza dengan pelbagai idealogi tetapi semuanya sependapat dengan satu matlamat:  mereka ajar nak singa agar menjadi kijang yang  pengecut, dan mereka padamkan kisah-kisah singa  pada bicara silam Cita cita mereka mengembirakan hamba  dengan perhambaan  seluruh pengajaran mereka hanyalah penipuan cendikiawan karya Muhammad Iqbal, Diwan dharb al-kalim,m.s 102